Test: Tipe orang yang suka menyenangkan orang lain

Untuk mengevaluasi apakah Anda adalah tipe orang yang suka menyenangkan orang dan mencari pujian dari orang lain (pasangan/partner, team, komunitas).

  1. Saya mempunyai ketakutan yang mendalam untuk marah, ditolak atau ditinggalkan.
  2. Saya merasa bertanggung jawab untuk membahagiakan orang-orang di sekitar saya.
  3. Saya cenderung sadar tentang perilaku saya di tengah-tengah orang lain, begitu juga dengan perilaku orang lain di sekitar saya.
  4. Saya dapat merasakan kebutuhan orang lain sebelum mereka mengatakan.
  5. Saya sulit berkata “tidak”, walaupun hal itu jawaban terbaik bagi saya.
  6. Saya terbeban oleh kata-kata “harus” dan mesti” serta merasa bersalah dnegan kinerja saya.
  7. Saya lebih suka menghindari perselisihan.
  8. Saya ingin tahu apa yang dikatakan atau dipikirkan orang lain tentang saya.
  9. Saya takut orang lain tahu saya yang sebenarnya.
  10. Saya cenderung terlalu banyak berkomitmen.

Cara menjawab pertanyaan:

Dirumah atau dengan Istri                                               di tempat kerja /orang lain

Sering | Kadang | tida pernah      PERTANYAAN    Sering | Kadang | tida pernah

Point : Sering (2), kadang (1), tidak pernah (0)

Identitas: Pria Pengendali

Dari manakah para pria pengendali itu berasal?

Adanya luka ayah dan luka ibu yang terjadi pada saat anak-anak mulai bertumbuh sampai menginjak dewasa mengalami kerusakan maskulinitasnya. Para pria yang kurang mendapatkan perhatian ayah dan terlalu mendapatkan peran ibu maka sering kali mereka akan mengadopsi gaya dalam hidupnya kelak setelah ia tumbuh dewasa.  Continue reading

Keluarga dan Pembentukan Watak

I.  Tugas mulia dari keluarga.
Dalam rangka membekali warga jemaat mengerti bahwa keluarga mempunyai peran yang amat penting — lingkungan sosialisasi primer — di dalam pertumbuhan dan pengembangan iman, watak dan tata nilai anak, maka masalah keluarga ini perlu kita perbincangkan. Dua pertanyaan perlu diajukan yakni: untuk apakah keluarga hadir di dunia ini? Apakah fungsi keluarga?
Dari sudut pandangan Alkitab (teologis) keluarga hadir di dunia ini untuk menyatakan rencana Allah. Maksudnya, hubungan suami-istri sebagai inti dan fondasi dalam keluarga terpanggil untuk menyatakan sifat Allah yang (a) menepati perjanjian (covenant); (b) menyatakan kasih, anugerah dan pengampunan; (c) rindu untuk akrab dengan manusia (anak-anak-Nya); (d) memampukan anak-anak-Nya untuk memuliakan Dia (Balswick & Balswick, 1989:19-33).
Continue reading

Alasan Sosial Suami Berselingkuh

Beberapa alasan sosial yang membuat seorang suami berselingkuh:

Identifikasi ayah dan ibu dalam keluarga sangat mempengaruhi perlaku anak-anak.  Apabila bapaknya seorang bak Cassanova maka anaknya pun (terutama laki-laki) mempunyai kecenderungan serupa terhadap pasangannya dan atau apabila ibunya seorang yang pasrah saja “diduakan” maka akan membuat anaknya (laki-laki) berpikir bahwa perselingkuhan itu merupakan hal yang wajar (Femina No.47/XXXII;2004:60-61).

Continue reading

Bahaya Perselingkuhan 1

Perselingkuhan terjadi karena hubungan diantara suami dan isteri tidak berjalan sebagaimana seharusnya, baik dalam berkomunikasi maupun dalam hubungan intim sebagai suami dan isteri. R.Paul Stevens dalam buku Seni Mempertahankan Pernikahan Bahagia menyatakan bahwa:  Salah satu tanda dari kehancuran seksual di dunia dan di gereja adalah bahwa orang-orang memandang seksualitas dari sudut pandang sendiri, kepuasan, kesenangan dan identitas mereka sendiri (2004:126). Allah menghendaki hubungan seksual menjadi berkat diantara suami dan isteri dan bukan sekedar untuk mengejar kepentingan sendiri. Seks adalah suatu alat dalam perjanjian nikah yang tidak pernah dimaksudkan untuk “aku” tetapi untuk “kita” (R.Paul Stevens; Continue reading

Perselingkuhan Menurut Alkitab

Sejak awal Allah telah mencipatakan lembaga pernikahan dalam dunia ini dan melaluinya Allah menyatakan kehendak dan peraturannya agar lembaga pernikahan ini berjalan sesuai dengan rencanaNya. J.L.Ch.Abineno dalam bukunya Sekitar Etika dan Soal-Soal Etis menyatakan :

Perkawinan adalah suatu persekutuan hidup antara suami dan istri. Suami dan istri yang telah mengambil keputusan untuk menghubungkan diri dalam ikatan perkawinan , bahwa hidup mereka mulai dari nikah mereka diteguhkan dan diberkati oleh gereja merupakan suatu “persekutuan hidup”. Perkawinan  sebagai suatu persekutuan hidup tidak otomatis terjadi. Ia harus diperjuangkan. Ia harus dibentuk, dipelihara dan dibina: dibentuk, dipelihara dan dibina bersama-sama oleh suami dan isteri.  Salah satu syarat yang paling penting untuk itu ialah : keterbukaan. Suami dan isteri yang taat pada kehendak Allah dan yang karena itu berusaha untuk membuat perkawinan mereka menjadi suatu persekutuan-hidup yang lestari, harus bersifat terbuka seorang terhadap yang lain. (2003:61-62)

Continue reading

KDRT menurut Firman Tuhan

Kekerasan bukanlah gaya hidup dan cara menyelesaikan masalah dalam keluarga yang berdasakan Firman Tuhan. Setiap bentuk dan ekspresi yang sekalipun bertujuan baik, bila dilakukan dengan jalan kekerasan adalah melawan kehendak Tuhan. “Tuhan menguji orang benar dan orang fasik, dan la membenci orang yang mencintai kekerasan” (Mazmur 11:5).
Rumah tangga merupakan tempat pembelajaran dalam membangun relasi hubungan interpersonal. Paulus menyampaikan dua dasar kehidupan orang Kristen, yaitu mereka menjadi manusia baru (Efesus 4:17-32), dan mereka hidup sebagai anak-anak terang (Efesus 5:1-21). Continue reading