Apa fungsi Genogram

GENOGRAM ADALAH POTRET KELUARGA

            Genogram atau Potret keluarga merupakan gambaran menyeluruh dari keluarga asal dan keluarga sekarang (bagi yang sudah menikah), baik dari pihak ibu dan ayah atau dari pihak suami maupun istri.

            Genogram berfungsi untuk menyatakan karakter dari pribadi-pribadi yang terkait atau berarti bagi diri kita sendiri.  Ingat bahwa diri kita dibentuk dalam lingkungan sosial primer yakni keluarga. Ayah dan ibu kita berpengaruh atas pribadi kita; begitu pula masing-masing orangtua telah dipengaruhi oleh ayah dan ibu mereka, begitu seterusnya.

 

            Cara kerja pembuatan genogram antara lain sbb:  (a) mulai dengan genogram keluarga sendiri; (b) bentuk genogram  keluarga istri dan/atau suami serta; (c) lanjutkan dengan genogram pihak ayah dan ibu serta keluarga pihak mertua.  Ungkapkan informasi tentang orang-orang tertntu di dalamnya — wataknya, sifat atau kebiasaan, kebaikan dan keburukan bahkan kondisi kesehatannya atau usia kematiannya. Lihat contoh.

            Begitu kuatnya pengaruh keluarga terhadap pembentukan karakter seseorang.  Bila karakter yang terbentuk itu positif maka hal demikian amat baik. Akan tetapi yang sering terjadi adalah terbentuknya pengaruh negatif pada diri kita, karena mengalami salah didik (salah asuh) dan perlakukan tidak menyenangkan lainnya di masa lalu.  Masa lalu memang telah selesai.  Namun dampak negatif masa itu harus diatasi, dipandang secara positif agar kepribadian kita bisa bertumbuh dalam masa sekarang dan di masa yang akan datang.

            David Fileds mengusulkan pentingnya kita mengetahui/mengevaluasi kehidupan masa lalu dengan mengerti tiga hal penting:

(a) Bagaimana proses traingulasi terjadi dalam keluarga; mencari dimana komunikasi mengalami masalah.

(b) Memahami label/julukan apa saja yang pernah diungkapkan orangtua dan cukup “membentuk” karakter diri kita sendiri.

(c) Memahami ikatan ganda yang pernah dilakukan orangtua yang mungkin membuat diri sendiri tidak bisa mandiri melainkan takut berdiri sendiri tanpa bantaun (dukungan) orangtua.

            David Fields juga mengusulkan agar kita mendaftarkan seditkinya sepuluh karakter ayah atau ibu yang amat mencolok dalam kehidupan kita, baik positif maupun negatif (h. 145-146). Kita berdialog dengan karakter diri kita sendiri, melihat diri kita dalam terang pengaruh kepribadian orangtua.

            Sebagai pribadi yang telah dewasa kita tidak patut lagi hidup dalam penyesalan apalagi dendam. Kita mesti mengampuni orangtua dengan perbuatan mereka yang kurang menyenangkan.  Mengampuni tidak berarti melupakan saja atau menyangkali realitas masa lalu.  Kita sebaiknya menjelaskan bagaimana dan mengapa itu semua terjadi.

            Sebagai orang dewasa kita harus menjadi sahabat bagi orangtua dan mengembangkan sikap hormat terhadap mereka (Ef 6:1-3).  Bukan taat, tetapi hormat.  Dalam relasi hormat, anak dan orangtua berdiri sejajar sebagai pribadi dewasa.  Sikap hormat terhadap orangtua diungkapkan dengan kesediaan mendengar, bahkan bertanya mengenai masa lalu mereka tanpa mengajukan penghakiman.

            Belajar dari contoh-contoh Alkitab bagaimana mereka dibentuk dalam keluarganya dan bagaimana kemudian mereka menjalani pembentukan serta pimpinan Tuhan amat perlu. Kita harus berupaya memperbaiki kepribadian kita dengan jalan mengembangkan hal-hal positif pada diri sendiri dan belajar dari orang lain (Amsal 27:17).  Bagi yang sudah berkeluarga, mereka harus mengutamakan tamakan keluarga mereka sekarang (family of procreation).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s