SMART “lima langkah praktis dalam menentukan kehidupan”

•May 17, 2009 • Leave a Comment

Jika Anda tidak mencoba berbuat sesuatu melampaui apa yang sudah Anda kuasai,

Anda tidak akan pernah bertumbuh.

Untuk menentukan tindakan dalam pertumbuhan lakukan lima langkah berikut :

Langkah pertama Spesifik, apa yang akan saya lakukan hari ini, minggu ini atau bulan ini. Tuliskan secara spesifik menjadi daftar yang menolong untuk memprioritaskan atau menentukan goal yang jelas.

Langkah kedua Measureable, apa yang kita lakukan dapat diukur, diamati proses pelaksanaannya, adakah kegagalan, kesulitan atau hal-hal lain yang akan menolong kita untuk membuat suatu ukuran.

Langkah ketiga Attaineble, sesuatu yang akan dilakukan selayaknya dapat dijangkau, buka yang muluk-muluk dan cenderung menyulitkan. Tetapkan pada langkah ini hal-hal yang jelas akan dapat dilakukan baik dengan pertimbangan kemampuan, biaya dan waktunya.

Langkah keempat Relevan, Hal-hal yang akan dilakukan relevan dengan diri kita, jangan mengada-ada.

Langkah kelima Time Limited, kita sendiri dapat menentukan batasan waktu yang jelas (minggu, bulan, semester, tahun).

Pengaruh (02)

•May 16, 2009 • Leave a Comment

Mengetahui apa yang orang butuhkan adalah kunci untuk memahami orang lain.

Apabila seseorang ingin memberikan pengaruh yang membuat dampak bagi orang lain secara positif, maka kita perlu memahami kebutuhan oran tersebut. Ada lima hal yang dapat kita lakukan untuk dapat memberikan pengaruh dan memahami orang lain.

  1. Semua orang ingin menjadi orang yang berarti, ini adalah kebutuhan dasar semua manusia diterima, dicintai dan dihargai. Itu berarti semua orang menjadi sangat berarti bagi orang lain di sekitarnya. Apabila kita memperlakukan orang lain yang kita temui menjadi sangat berarti di dunia ini, kita akan mengkomunikasikan bahwa ia adalah orang yang sangat berati bagi kita.
  2. Tak seorangpun peduli seberapa besar yang anda ketahui hingga ia tahu berapa banyak Anda penduli. Mmemperlihatkan kepedulian kepada orang lain bukan sesuatu yang gampang daripada memperlihatkan hal-hal yang diketahui. Tetapi orang akan lebih senang dengan kepedulian kita pada saat senang, sukacita ataupun pada saat sedih, dalam penderitaan dan hal-hal yang menyakitkan. 
  3. Setiap orang membutuhkan orang lain, persahabatan, dorongan dan pertolongan. “Berdua lebih baik dari pada seorang diri” Jika kita bersedia memberi diri kepada orang lain dan menolong maka hidup mereka dan kita akan berubah.
  4. Seseorang dapat menjadi orang penting jika seseorang memahami dan mempercayai.  Kepercayaan akan membuat seseorang menjadi istimewa, menumbuhkan potensi dan percaya diri. 
  5. Setiap orang yang menolong seseorang mempengaruhi banyak orang.  Apa yang kita dapat berikan pada satu orang melimpah ke dalam kehidupan semua orang yang dipengaruhi oleh orang itu. Sifat dasar pengaruh adalah multiplikasi/pelipatgandaan

Seseorang begitu bersyukur ketika orang lain membuat mereka merasa berarti sehingga tidak pernah bosan memperlihatkan rasa sukurnya.

Pengaruh (01)

•May 9, 2009 • Leave a Comment

 

Tanpa kasih, tidak mungkin ada hubungan, masa depan dan kesuksesan bersama.

Pengaruh muncul secara bertahap dan setiap orang memiliki pengaruh. Ralph Walda Emerson mengatakan, “Setiap orang adalah pahlawan dan penasihat bagi seseorang dan bagi orang itu apapun yang ia katakan memiliki nilai tinggi.” Jika ingin berhasil maka perlu jadi yang berpengaruh. Empat tahap pengaruh bisa muncul, menurut Maxwell & Dornan:

1. Pengenalan diri / identitas diri sehingga sedikit banyak memberikan penilaian terhadap orang lain.

2.  Mendorong orang lain dan berkomunikasi dengan mereka pada tingkat emosi, melalui dua proses. Pertama, membentuk jembatan dengan mereka. Kedua, membangun kepercayaan dan rasa harga diri.

3. Menuangkan hidup anda pada orang lain dan membantu mencapai potensi mereka.

4. Membantu orang yang dipengaruhi sehingga menjadi pemberi pengaruh positip dalam kehidupan orang lain dan meneruskan tidak hanya pada apa yang sudah mereka terima, tetapi juga dari apa yang sudah mereka pelajari dan kumpulkan sedikit demi sedikit.

Apa yang dapat kita lakukan untuk membantu mengembangkan orang lain?

Apakah Pengembangan Pribadi?

•May 8, 2009 • Leave a Comment

1. Setiap Pribadi Memiliki Panggilan Khusus.
Tuhan secara unik menciptakan Setiap pribadi untuk menjadi seseorang yang istimewa dan melakukan hal yang istimewa pula. Inilah yang dimaksud dengan Panggilan. Panggilan bukan hanya berlaku untuk orang-orang tertentu saja. Setiap orang percaya memiliki suatu Panggilan, paling tidak di dalam 3 area kehidupannya: (1) Panggilan untuk hidup Kudus di hadapan Tuhan (2) Panggilan untuk bersekutu dengan Tuhan dan (3) Panggilan untuk melakukan suatu Pelayanan bagi sesame – sebuah sumbangsih yang unik demi Kerajaan Tuhan .
2. Setiap pribadi Bertanggung Jawab Terhadap Pengembangan diri.
Confucius membuat suatu observasi yang menarik ketika beliau berkata, “Tempatkan saja saya di sebuah perusahaan beserta dengan 2 orang yang dipilih secara acak. Mereka berdua pasti mengajarkan saya sesuatu secara berbeda. Saya dapat mengambil kelebihan mereka sebagai panutan, dan kelemahan mereka sebagai peringatan”. Setiap pribadi bertanggung jawab terhadap pengembangan pribadi. Setiap pribadi tidak perlu menunggu untuk diajari. Setiap pribadi harus menemukan cara-cara sendiri untuk belajar dan bertumbuh, karena kesempatan ada dimana-mana.
3. Setiap pribadi Harus Berkembang Secara Holistik.
Banyak orang terfokus hanya pada pertumbuhan ketrampilan atau pada bidang tertentu. Seseorang dapat menjadi tidak seimbang, karena kelemahan yang mereka miliki menyebabkan masalah. Yesus berkembang dengan cara holistik, hal ini dapat kita lihat seperti apa yang tertulis dalam Lukas 2:52. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa ada 4 bidang dalam pengembangan pribadi seseorang, yaitu: intelektual, fisik, spiritual, dan sosial. Markus 12:28-31 menyebutkan bahwa kita harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, jiwa, akal budi, dan kekuatan, dan juga mengasihi sesama.
4. Setiap pribadi Membutuhkan Orang Lain
Setiap pribadi tidak dapat bertumbuh dan menjadi dewasa sendirian. Setiap pribadi membutuhkan orang lain untuk membantu seseorang, berpikir bersama, menanyakan suatu pertanyaan yang sulit dan untuk menguatkan. Itulah cara Tuhan menciptakan manusia, sebagai makhluk sosial. Seorang penulis kitab Ibrani meminta kita untuk tetap mengadakan persekutuan supaya kita bisa saling menguatkan, seperti apa yang tertulis.
5. Setiap pribadi Harus Terfokus pada Pembelajaran, bukan pada Guru.
Orang dewasa belajar dengan lebih baik melalui dialog dan penemuan, daripada jika seseorang mengajar mereka. Metode seperti umumnya biasa dilakukan, dimana seorang murid mendengarkan secara pasif terhadap apa yang sedang guru ajarkan, bukanlah metode pengajaran yang terbaik. Orang yang belajar harus bertindak aktif dalam memilih topik, perenungan, mengajukan pertanyaan, mencari jawaban, dan menerapkan pengajaran. Dan Coaching-lah adalah suatu cara belajar aktif seperti yang sudah disebutkan di atas.

Menjadi seorang Coach yang handal?

•May 6, 2009 • Leave a Comment

Coach yang handal mempunyai kombinasi dari moral, kemampuan, dan tindakan-tindakan. Berikut adalah beberapa dari hal tersebut:

  1. Coach yang handal adalah seseorang yang tidak pernah berhenti belajar; secara kontinu mempertajam kemampuan, teknik, dan alat belajar yang mereka punyai.
  2. Coach yang handal selalu menciptakan lingkungan belajar yang aman, inovatif, dan kompetitif yang dapat membangkitkan semangat serta memotivasi kliennya untuk lebih baik ke depannya.
  3. Coach yang handal mempunyai keingintahuan alami yang sangat besar dan dapat menjadi pendengar yang baik terhadap apa yang sedang dialami kliennya.
  4. Coach yang handal selalu mengajukan pertanyaan yang dapat menginspirasi untuk membangkitkan kepercayaan diri, inovasi, serta tindakan.
  5. Coach yang handal mampu menularkan semangatnya; mampu mengenali kelebihan dan keberhasilan kliennya tanpa membesar-besarkan.
  6. Coach yang handal sangat berpihak dengan kliennya. Dia akan secara suportif menguji asumsi-asumsi kliennya, dan mempertanyakan kepercayaan dan tindakan klien yang membatasinya.
  7. Coach yang handal dapat mengenali dan menggunakan intuisinya, tanpa harus mengembangkan egonya sendiri.
  8. Coach yang handal memiliki pemikiran yang mau mengembangkan orang lain, dengan tetap terfokus pada kapasitas orang lain, pada proses, dan pada masukan, dan tidak hanya terfokus pada kemampuan sementara dan hasil akhir.
  9. Coach yang handal mampu mendukung seorang klien yang mandiri, yang tidak bergantung pada orang lain.
  10. Coach yang handal tidak mengerjakan sesuatunya untuk coachee nya, agar sang coachee melakukannya untuk dirinya sendiri.

Empat hal yang menghancurkan dalam pernikahan

•April 11, 2009 • Leave a Comment

Setiap sikap dan tindakan dalam pernikahan memperoleh tempat untuk berpijak.  Sikap-sikap ini sering dipakai dalam pernikahan untuk melukai, menyerang dan tanpa disadari menghancurkan pasangannya. Disadari atau tidak sikap-sikap ini digunakan dalam membela diri. Gottman menyingkapkan empat kekuatan yang menghancurkan dalam sebuah pernikahan.

Kecaman, kekuatan ini menghacurkan dan mungkin paling berbahaya karena kecaman berisi tuduhan, dituduhkan, menekan dan berusaha membuat orang lain merasa bersalah. Kecaman sering bersembunyi di balik lelucon dan senda gurau. Kecaman menjadi sangat berbahaya karena bersifat merendahkan, memadamkan semangat dan harga diri. Komentar yang bersifat mengecam tidak akan membuat orang lain menjadi lebih baik. Hal ini juga tidak memperkaya orang lain tetapi justru meracuninya.  Yang berbahaya sekali kecaman dikemas menyerupai penjabaran. 

Penghinaan, adalah pembunuhan karakter. Penghinaan terjadi ketika kecaman measuk dalam pernikahan. Penghinaan betul-betul seperti mortir yang ditembakkan tepat ke sasaran. Pikiran negatif akan semakin melimpan dengan pernyataan negatif.

Mempertahankan diri, respon alami untuk melindungi diri dari serangan-serangan pihak luar. Mempertahankan diri dipandang sebagai dalihdan kadang disertai serangan balik. Yang berbahaya dari pola ini, semakin tinggi seseorang mempertahankan diri maka semakin rendah keintiman emosional seseorang. Tanggapan mempertahankan diri hanya akan memperkuat dinding yang dibangun untuk perlindungan agar tetap tegak berdiri. Dinding inilah yang membuat pernikahan terpisah secara emosional.

Membangun pembatas, suara yang paling keras membangun pembatas adalah keheningan dan pesan yang diutarakan adalah jarak dan celaan. Pria cenderung menghindari konflik dengan istri dengan cara menarik diri dan bungkam. Sikapnya mendiamkan, membuat komunikasi terputus. Hal ini sangat berbahaya secara psikologis dan hubungan verbal dalam pernikahan. Ketika pembatas ini semakin parah biasanya menyuarakan jeritan kematian sebuah pernikahan. Hidup serumah, hanya simbol saja.

Keluarga dibangun bersama adanya konflik-konflik yang dihadapi. Sebesar apapun permasalahan tidak ada yang tidak dapat diselesaikan apabila ada kesepakatan untuk menyelesaikan, kuncinya kerendahan hati dan tunduk pada Firman-Nya.

Lima Bahasa Cinta

•April 10, 2009 • Leave a Comment

Bagaimana Anda mengemas dan mempersembahkan cinta kepada pasangan Anda? Sebaik apakah Anda berkomunikasi? Apakah bahasa cinta yang Anda komunikasikan dalam pernikahan?

Anda dapat berkomunikasi dan berbagi cinta dengan cara yang Anda kehendaki untuk dicintai dan berkomunikasi, tetapi itu mungkin bukan cara yang disukai pasangan Anda. Setiap orang berbeda-beda dalam menerima dan mengekspresikan cintanya. 

Ada lima bahasa cinta yang mungkin lazim bagi Anda menurut Dr. Gary Chapman.

  1. Kata-kata peneguhan, “Aku mencintaimu”, atau ketika bangun bagi saya sering mengungkapkan ini kepada istri saya “I love You mama” (kalau lagi inget dan pas tidak marahan tentunya) dan Ia balik mengatakan hal yang sama. Hal ini secara tulus juga dapat mengungkapkan kekaguman, pujian dan sanjungan kepada pasangan Anda. 
  2. Tindakan melayani, melakukan tindakan untuk menolong pasangan. Tidak hanya dengan kata-kata tetapi juga lebih dalam hal tindakan. “Aku sangat memikirkanmu dan aku mengorbankan waktuku untuk menolongmu”.
  3. Hadiah/give, memberikan surpraise dalam bentuk hadiah-hadiah kecil ataupun besar. Pada moment-moment khusus dan mungkin istimewa.
  4. Sentuhan fisik atau kemesraan, memberikan sentuhan, menepuk,  mengelus, mengusap kepala, punggung, atau juga belaian dan merangkul. 
  5. Waktu berkualitas, berjalan bersama, meluangkan waktu eksklusif bersama dan membicarakan mengenai hal yang penting bagi masing-masing pihak menunjukkan bahwa Anda saling memperhatikan melalui percakapan.

Lima masalah penting menyenangkan orang lain

•April 7, 2009 • Leave a Comment

Seseorang akan berusaha menyenangkan orang lain dan mungkin tergoda untuk mendapatkan imbalan penghormatan orang lain. Walaupun hanya ucapan terima kasih, tetapi juga supaya tidak melukai orang lain. Ada lima masalah penting yang berkembang bagi orang-orang seperti ini.

  1. Kita tidak pernah berkatan tidak. Orang semacam ini ingin menyenangkan orang lain dan hasilnya kelelahan fisik dan emosi serta meningkatnya cadangan kebencian dan kemarahan.
  2. Aktifitas didorong rasa bersalah. Kita melakukan sesuatu karea takut akan akibatnya, ketibang karena benar-benar ingin melakukannya.
  3. Tidak mengalami kesaksian diri sendiri. Orang cenderung ingin menyenangkan orang lain dengan terjebak di balik kepribadian palsu.
  4. Tidak menemukan pribadi yang unik dan indah sesuai tujuan Tuhan. Seseorang berusaha menghabiskan hidup dengan berusaha menjadi orang lain.
  5. Menyenangkan hati orang lain adalah bentuk penyembahan berhala. Kita membuat orang lain bukan Allah, tetapi ia menjadi pusat dari dunia kita.

Tiga langkah menuju Pengampunan

•April 7, 2009 • Leave a Comment

Dalam pernikahan akan ada kekesalan, luka dan kebutuhan serta pengharapan yang tidak terpenuhi. Karena pada prinsipnya tidak ada pasangan yang sempurna. Kalau satu sama lain saling melukai maka akan ada amarah, dendam dan kepahitan.
Ketika seseorang sedang ada amarah, seseorang tidak dapat berfokus pada pemecahan masalah itu secara langsung, tetapi sebaliknya menyerang orang lain.
Apabila seseorang sedang ada dendam, dendam tidak pernah memperoleh angka seri, karena orang yang dimusuhi tidak pernah menyimpan angka kesalahan dengan cara perhitungan yang sama. Sementara kepahitan akan membuat seseorang menggunakan lidahnya yang tajam untuk mengiris orang lain hingga berkeping-keping.
Langkah menuju pengampunan adalah :
1. Menyadari dan mengenal emosi yang memenjarakan.
2. Mengampuni diri sendiri karena menyimpan sakit hati terhadap orang lain.
3. Mengampuni orang lain.
Dibutuhkan waktu, tenaga dan kesabaran untuk menyempurnakan hal di atas.

Test: Tipe orang yang suka menyenangkan orang lain

•April 3, 2009 • Leave a Comment

Untuk mengevaluasi apakah Anda adalah tipe orang yang suka menyenangkan orang dan mencari pujian dari orang lain (pasangan/partner, team, komunitas).

  1. Saya mempunyai ketakutan yang mendalam untuk marah, ditolak atau ditinggalkan.
  2. Saya merasa bertanggung jawab untuk membahagiakan orang-orang di sekitar saya.
  3. Saya cenderung sadar tentang perilaku saya di tengah-tengah orang lain, begitu juga dengan perilaku orang lain di sekitar saya.
  4. Saya dapat merasakan kebutuhan orang lain sebelum mereka mengatakan.
  5. Saya sulit berkata “tidak”, walaupun hal itu jawaban terbaik bagi saya.
  6. Saya terbeban oleh kata-kata “harus” dan mesti” serta merasa bersalah dnegan kinerja saya.
  7. Saya lebih suka menghindari perselisihan.
  8. Saya ingin tahu apa yang dikatakan atau dipikirkan orang lain tentang saya.
  9. Saya takut orang lain tahu saya yang sebenarnya.
  10. Saya cenderung terlalu banyak berkomitmen.

Cara menjawab pertanyaan:

Dirumah atau dengan Istri                                               di tempat kerja /orang lain

Sering | Kadang | tida pernah      PERTANYAAN    Sering | Kadang | tida pernah

Point : Sering (2), kadang (1), tidak pernah (0)